Kelembaban Udara (Humidity)

Kelembaban Udara (Humidity)

Pengontrolan kelembaban udara harus dilakukan dengan hati hati. Hal ini diperlukan untuk menjaga hilangnya air dari dalam telur secara berlebihan. Pengukuran dapat dilakukan dengan hyangrometer atau psychrometer. Psychrometer atau termometer bola basah (wet bulb) menunjukkan derajat kelembaban udara dan dapat dibaca berdasarkan tabel dibawah ini:

 

Pembacaan temperatur sistem bola basah

(wet bulb) untuk incobator

Temperatur, oF

Rel. Humidity

99

100

101

102

45%

80.5

81.3

82.2

83.0

50%

82.5

83.3

84.2

85.0

55%

84.5

85.3

86.2

87.0

60%

86.5

87.3

88.2

89.0

65%

88.0

89.0

90.0

91.0

70%

89.7

90.7

91.7

92.7

 

Kelembaban relatif (relatif humidity) untuk mesin incubator “penetas” atau periode 18 hari pertama harus dijaga pada 50 – 55 % atau 83.3 °F – 85.3 °F dengan wet bulb. Dan 3 hari setelahnya (21 hari dikurangi 3 hari) atau pada hari ke 19 – 21 sebelum penetasan, kelembaban udara harus dinaikkan menjadi 60 °F-65 °F atau 87.3 °F-89 oF.

Pada saat 3 hari menjelang penetasan dapat dikatakan kita harus lepas tangan “hand-off” karena pada saat ini tidak diperlukan campur tangan manusia sama sekali selain menunggu proses penetasan berjalan sampai selesai dengan sendirinya. Incubator tidak boleh dibuka karena dapat menyebabkan kehilangan kelembaban udara yang amat diperlukan dalam penetasan. Kehilangan kelembaban dapat mencegah keringnya membran pada kulit telur pada saat penetasan (hatching).

Kelembaban yang rendah menyebkan anak ayam sulit memecah kulit telur karena lapisannya menjadi keras dan berakibat anak ayam melekat/lengket di selaput bagian dalam telur dan mati. Akan tetapi kelembaban yang terlaiu tinggi dapat menyebabkan anak ayam di dalam telur juga sulit untuk memecah kulit telur atau kalaupun kulit telur dapat dipecahkan maka anak ayam tetap berada di dalam telur dan dapat mati tenggelam dalam cairan dalam telur itu sendiri.

 

Ukuran kantong udara pada hari ke 7, 14, can 18 setelah di dalam mesin incubator

 

Pada incubator penetas “hatching”, kelembaban udara bisa diatur dengan memberikan nampan berisi air dan bila perlu ditambahkan busa/ sponse untuk meningkatkan kelembaban udara. Sedangkan pada tipe still-air maka menaikkan kelembaban dengan cara menambah nampan air di bawah tempat penetasan atau pada prinsipnya, menaikkan kelembaban dapat dicapai dengan menambah penampang permukaan airnya.

Adapun cara yang sempurna untuk menentukan kelembaban udara adalah dengan memperhatikan ukuran kantong udara di dalam telur bagian atas atau bagian tumpulnya seperti gambar dengan menggunakan teropong telur. Kelembaban dapat diatur setelah peneropongan telur pada hari ke 7,14, dan 18 pada masa penetasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s