Membuat Mesin Tetas Manual

Membuat Mesin Tetas Manual


1. 
Mesin Tetas dari Kardus

Mesin tetas sederhana bisa dibuat dari bahan-bahan bekas yang umumnya tidak dipakai atau dibuang. Dalam hal ini akan kami tampilkan cara membuat mesin tetas sederhana dari bahan kardus, bisa berasal dari kardus mie instan, air mineral, roti dan sebagainya. Di toko-toko kelontong, kardus-kardus tersebut dijual dengan harga yang murah mulai dari Rp.1000-Rp 5.000 saja. Asalkan pengaturan suhunya sesuai tingkat keberhasilannya bisa mencapai 90 persen. Berikut cara membuat inkubator sederhana dari bahan kardus bekas. Cara pembuatan ini mengutip buku terbitan AgroMedia Pustaka dengan judul “Menetaskan Telur Ayam”.

Peralatan yang diperlukan sebagai berikut:

  1. Kardus A dengan spesifikasi double wall corrugated (berbahan kertas berombak yang dirangkap dua) berukuran lebar 16 inchi, panjang 20 inchi, dan tinggi sekitar 13 inchi atau lebih.
  2. Kardus B yang berbahan karton tebal dengan ukuran lebar dan panjang yang lebih kecil sekitar 2 inchi, tetapi lebih tinggi dibandingkan dengan kardus A.
  3. Selembar plexiglass berukuran 16 x 20 inchi.
  4. Kawat kasa alumunium yang lubang jaringnya sekitar 0,25 inchi.
  5. Satu buah soket porselen dan lampu pijar atau satu set alat pemanas komersial yang biasa diperjual-belikan.
  6. Cetakan kue (biasanya dari logam) dengan ketebalan sekitar 1,5 inchi, lebar 9 inchi, dan panjang 13 inchi.
  7. Lem.
  8. Selotip.
  9. Kertas koran, serbuk gergaji atau styrofoam.
  10. Incubator thermometer.

Cara Pembuatan:

  • Letakkan kardus B ke dalam kardus A.
  • Buatlah tanda dalam bentuk garis lurus dan rata dengan menggunakan penggaris pada kardus B. Garis itu kira-kira 0,25 inchi lebih rendah dari bibir atas kardus A.
  • Potonglah bibir atas kardus B mengikuti garis lurus yang sudah dibuat pada tahap 2.
  • Gunakan sisa potongan kardus B untuk melapisi seluruh garis siku bagian bawah kardus A dan kardus B sehingga kelihatan siku, kokoh, dan menutup setiap celah yang terjadi pada dinding bagian dasar.

AgroMedia Pustaka

Gunakan lem untuk merekatkannya. Jika tidak ada sisa potongan kardus, gunakan kardus lainnya.

  • Lem bagian bawah kardus B, lalu tempatkan kardus B tepat berada di tengah-tengah kardus A, sehingga antar kedua kardus ada jarak atau rongga sekitar 1 inchi. Tekan dan biarkan sampai lemnya mengering sehingga posisinya tidak berubah-ubah lagi.
  • Buatlah tanda garis pada penutup kardus A. garis itu tepat bertemu pada tepi kardus B jika penutup itu ditutup.

AgroMedia Pustaka

  • Potonglah penutup kardus A sesuai dengan garis yang sudah dibuat pada tahap 6. Ujung-ujungnya dipotong diagonal, sehingga akan tampak rapi bila dilipat.

AgroMedia Pustaka

  • Tumpuklah cacahan Koran, serbuk gergaji, dan styrofoam pada rongga antara kardus A dan kardus B. Tumpuk dengan padat, tetapi jangan sampai mendesak dinding sehingga dinding terlihat menonjol tidak rata.
  • Ambil kawat kasa alumunium. Dengan tang pemotong, gunting setiap sudut kawat kasa alumunium. Ukuran yang digunting adalah 2×2 inci setiap sudut. Lalu bagian yang memanjang ditekuk sehingga menjadi kaki atau penopang bagi kawat tersebut. Letakkan kasa ini di dasar kardus B.
  • Letakkan cetakan kue di bagian dasar kardus B, lalu ketakkan kasa alumunium di atasnya.

AgroMedia Pustaka

  • Pasanglah alat pemanas komersial sesuai dengan instruksi yang terdapat pada kemasannya. Bila menggunakan lampu pijar, buat alas dudukannya dari papan seluas 6 x 6 inchi. Letakkan lampu pijar yang sudah disambungkan dengan soket porselen, kabel, dan soket laki-laki tepat di tengah alas. Bentuklah kaleng bekas menjadi seperti cerobong. Letakkan juga tepat di tengah-tengah alas sehingga lampu pi­jar berada tepat di tengah-tengah cerobong.

AgroMedia Pustaka

  • Tutuplah bagian atas kotak dengan plexiglass. Rekatkan kaca penutup ini pada bibir dinding atas dengan mempergunakan selotip, sehingga seluruh bagian dari pertemuan dua bidang ini dapat tertutup. Pasanglah incubator thermometer di salah satu dinding untuk memantau suhu ruang penetasan. Mesin penetas sederhana ini sudah siap digunakan.

 

2.  Mesin tetas dari Plywood

Untuk membuat mesin tetas dari bahan plywood diperlukan bahan-bahan dan peralatan sebagai berikut.

  1. Plywood.
  2. Plexiglass.
  3. Cetakan kue dengan ukuran tebal atau dalam sekitar 1,5 inci, lebar 9 inci, dan panjang 13 inci.
  4. Kawat kasa alumunium yang lubang jaringnya sekitar 0,25 inchi.
  5. Alat pemanas atau soket porselen dan lampu pijar atau micro-switch rakitan. Sediakan juga incubator thermometer.
  6. Selotip.

Baik mesin tetas dari kardus maupun dari plywood memiliki prinsip dan cara kerja yang sama. Bedanya, mesin tetas dari kardus, telur dan peralatan dimasukkan dari atas. Sedangkan mesin tetas plywood dari depan sebagaimana yang diterangkan dalam diagram.

AgroMedia Pustaka

 

3.  Mesin tetas dari coolbox

Bahan dan peralatan yang perlu dipersiapakan adalah sebagai berikut:

  1. Coolbox plastik dengan ukruan lebar 16 inchi, panjang 24 inchi, dan tebal atau dalam 15 inchi. Coolbox plastik yang dimaksudkan adalah coolbox yang biasa dipakai dipakai saat bertamasya untuk menyimpan minuman atau makanan (karena juga berfungsi untuk menjaga panas).
  2. Selembar kawat kasa alumunium yang lubang kasanya 0,25 inci, dengan ukuran lebar 24 inci dan panjang 36 inci.
  3. Selotip.
  4. Alat pemanas berupa kawat pengantar panas dan microswitch rakitan.
  5. Panci cetakan kue yang berukuran 9 inci, panjang 13 inchi, dan dalam atau tebal 1,5 inci.
  6. Pensil, penggaris dan pisau cutter.
  7. Plexiglass berkualitas baik (double strength) dengan ukuran lebar 10 inci dan panjang 14 inchi.
  8. Incubator thermometer.
  9. Obeng, tang penjepit, dan tang pemotong.

Sebelum pembuatan dimulai, rakit microswith dengan skema seperti di bawah ini.

AgroMedia Pustaka

 

4.  Mesin Tetas dari Triplex

Alat pengeram/penetas telur atau egg incubator bertenaga listrik ini cukup sederhana dan mudah dibuat. Bahan-bahan yang diperlukan juga mudah didapat di sekitar dengan harga yang relatif mudah. Mengenai persentase tinggi-rendahnya telur menetas sangat tergantung pada banyak faktor, bukan hanya alat penetas saja. Oleh karena itu, jika di kemudian hari Anda menemukan kejadian telur gagal menetas, coba analisis dengan teliti penyebabnya sebagaimana yang sudah dibahas pada bab sebelumnya.

 

Disain

Disain inkubator (mesin penetas) bermacam-macam, ada yang sangat sederhana yang hanya terbuat dan kardus hingga yang rumit yang terbuat dari bahan metal. Disain menyesuaikan keinginan pembuat, yang disesuaikan dengan banyaknya telur yang akan ditetaskan. Sederhananya, sebuah alat inkubator telur akan terdiri dari:

  1. Kotak inkubator
  2. Pemanas (heater)
  3. Kontrol temperatur (thermo-control atau thermostat)
  4. Penunjuk suhu (thermometer) dan penunjuk kelembaban
  5. Rak untuk menyimpan telur

Parameter untuk telur peafowl yang kami dapatkan dari literatur internet beberapa hobis di luar negeri adalah:

  • Suhu inkubasi 99°F-100°F atau sekitar 37.2°C-37.8°C (dry bulb).
  • Kelembaban pengeraman 60% atau 86°F-87°F temperatur (wet bulb)
  • Inkubasi 26 hari plus penetasan 2-3 hari.
  • Pembalikan telur minimal 2x sehari.

 

Alat dan Bahan

  • Thermocontrol/thermostat

Alat ini berfungsi untuk mengatur suhu dalam inkubator yang otomatis akan mematikan arus listrik jika suhu dalam ruangan inkubator sudah terpenuhi sesuai yang dikehendaki.

http://manglayang.blogsome.com

Thermocontrol

  • Elemen pemanas

Elemen pemanas digunakan untuk menaikkan suhu di dalam ruangan temperatur sampai suhu yang dikehendaki. Ada beberapa alternatif murah yang bisa dibuat. Yang mudah adalah dengan menggunakan bohlam lampu. Perambatan panas dari pijar bola lampu akan menghangatkan ruangan. Kekurangannya adalah daya rambat panas yang cendenmg lambat. Selain itu untuk kotak seperti yang kami buat, kami kesulitan menemukan bola lampu yang pas dayanya. Yang kami coba, 25 watt terlalu rendah (sekitar 34°C), 60 watt terlalu tinggi (± 41°C). Untuk itu kami menggunakan elemen pemanas yang biasa digunakan pada kompor listrik. Elemen dengan daya maksimal 300 watt berbentuk spiral kecil yang bisa ditarik dan dirangkai ini murah meriah dan mampu merambatkan panas dengan cepat.

  • Perkabelan, dudukan lampu, bohlam dan saklar.

Lampu di dalam inkubator rencananya kami gunakan selain sebagai penerang, juga untuk lebih mempertahankan suhu. Lampu ini terhubung dengan saklar tersendiri sehingga bisa dihidupmatikan terpisah dengan elemen pemanas. Selain itu juga berfungsi sebagai backup manakala elemen pemanas putus. Berbagai peralatan kelistrikan ini untungnya tersedia di gudang sebagai sisa-sisa eksperimen yang lalu.

  • Kotak Inkubator

Kotak berukuran tinggi 50 cm, lebar 24 cm dan panjang 30 cm dari bahan MDF ini merupakan kotak ex mainan anak yang kami temukan di gudang. Kami hanya menambahkan pintu dari bahan multiplex dan engselnya.

  • Alat kontrol Suhu dan Kelembaban. Thermometer sederhana dapat digunakan di dalam inkubator. Toko penyedia peralatan medis biasanya memiliki.

Ada yang model air raksa/ mercury dilapis dengan papan multi (± Rp. 10.000) atau model batang (Rp. 12.500). Yang perlu diketahui thermometer yang biasa ini adalah alat untuk mengukur udara kering (dry bulb). Sedangkan untuk kelembaban kita juga harus memiliki thermometer untuk mengukur udara basah (wet bulb). Sayangnya kami belum menemukan thermometer wet bulb yang cukup ringkas untuk masuk dalam kotak inkubator kami.

Selain menggunakan wet bulb thermometer, pengukuran kelembaban bisa menggunakan hygrometer, namun sayangnya harganya lebih mahal. Penulis menemukan unit hygrometer yang cukup representatif harganya mencapai Rp. 200.000.

Kelembaban adalah faktor yang sangat penting bagi pertumbuhan embrio ayam, terutama saat menetas karena berhubungan dengan kondisi kering tidaknya kulit telur dan penguapan. Yang harus diperhatikan adalah pengukuran dilakukan di berbagai sudut di dalam inkubator, hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian “tuning”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s