Pemilihan & Perawatan Telur

Pemilihan dan Perawatan Telur

Dalam mengumpulkan telur tetas biasanya peternak mengambilnya sekali setiap hari. Tetapi dalam kasus telur-telur tersebut akan ditetaskan untuk menghasilkan anak ayam yang berkualitas, maka pengambilan telur dapat dilakukan lebih sering. Memang disarankan untuk mengambilnya antara 4 sampai 5 kali sehari. Tapi kami melakukan mengumpulan telur sebanyak 3 kali dalam sehari dan ini kami rasa cukup. Mengingat bila terlalu sering masuk keluar kandang juga dapat menyebabkan ayam-ayam tersebut menjadi terganggu/stress.

Pengambilan telur juga dimaksudkan agar telur-telur yang didapat lebih bersih dari kotoran ayam dan juga tentunya bibit penyakit yang ada di kandang. Telur-telur yang agak kotor sebaiknya di bersihkan dengan lap/kain halus sebisa mungkin tetapi tidak menggunakan air. Bila menggunakan air sekalipun maka disarankan untuk menggunakan sedikit air hangat bersih dan tidak dengan menekan kulit telur. Tetapi hal ini tetap dikawatirkan akan merusak selaput pertahanan alami kulit telur dari bibit penyakit. Karena kuman, bakteri, virus atau bibit penyakit yang mempunyai ukuran sangat kecil itu dapat menembus lapisan berpori pada dinding kulit telur.

Juga tidak disarankan untuk mencampur telur yang kotor tadi dengan telur-telur yang bersih agar tidak ada perpindahan bibit penyakit. Terutama bila akan dimasukkan dalam incubator yang sama. Karena kekawatiran yang sama seperti diatas.

Tetaskan telur-telur dengan ukuran yang seukuran. Telur-telur yang mempunyai ukuran raksasa atau lebih besar dari lainnya atau malah terlalu kecil sebaiknya tidak ikut ditetaskan. Juga tidak disarankan untuk menetaskan telur-telur yang cacat atau abnormal seperti, telur yang mempunyai permukaan kasar sekali, tipis kulitnya, aneh bentuknya atau bentuk-bentuk abnormal lainnya. Biasanya telur-telur seperti ini tidak akan menetas pada akhirnya atau kalaupun menetas biasanya anak ayam yang ada akan lemah.

Singkirkan juga telur telur yang retak karena kalaupun telur tersebut fertile maka dalam perkembangannya telur tersebut dapat “meledak” atau bocor dan mengotori telur-telur lainnya. Juga karena retakan yang ada maka penguapan yang terjadi tidak berjalan semestinya dan pada akhirnya juga embrio yang ada di dalamnya akan mati. Demikian juga dengan telur-telur yang ada udara di dalamnya haruslah juga tidak ikut di tetaskan dalam mesin incubator.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s