Fumigasi

Fumigasi

Sanitasi atau pembersihan terhadap telur dan peralatan penetasan dapat menggunakan sistem fumigasi. Fumigasi dengan tingkat yang rendah tidak akan mem bunuh bakteri dan bibit penyakit tetapi fumigasi yang terlalu tinggi dapat membunuh embrio di dalam telur. Maka amatlah diharuskan untuk memakai ukuran yang tepat terhadap bahan kimia yang akan digunakan dalam melakukan fumigasi.

Dalam melakukan fumigasi, sebuah ruangan yang cukup atau lemari yang besar diperlukan untuk menampung semua telur-telur yang akan di tetaskan dan ruangan atau tempat tersebut juga dilengkapi dengan kipas angin untuk sirkulasi udara di dalamnya.

Susun telur-telur yang ada di dalam ruangan atau lemari dengan rak-rak dari bahan berlubang lubang (seperti kawat nyamuk atau kasa) sehingga udara dapat bergerak bebas diantaranya. Bahan kimia yang biasa dipakai untuk fumigasi adalah gas Formaldehyde yang dihasilkan dari campuran 0,6 gram potassium permanganate (Kmn°4) dengan 1,2 cc formalin (37,5 percent formaldehyde) untuk setiap kaki kubik ruangan yang dipakai. Boat campuran bahan-bahan tersebut pada tempat terpisah sebanyak setidaknya 10 kali dari volume total ruangan atau lemari.

Sirkulasikan gas tersebut di dalam ruangan atau lemari selama 20 menit dan kemudian keluarkan/buang gasnya. Suhu yang diperlukan selama fumigasi adalah diatas 70°F. Selanjutnya biarkan telur-telur tersebut di udara terbuka selama beberapa jam sebelum menempatkannya di dalam mesin incubator.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s