Membuat Jadwal Penetasan

Head_Telur

Persiapan Telur

No.

Persiapan Telur

Keterangan

1.

Memilih atau menyeleksi telur tetas sesuai dengan kriteria telur tetas yang baik.

2.

Telur yang kulitnya terlalu kotor perlu dibersihkan, akan tetapi perlu kehati-hatian dalam membersihkan kulit telur jangan sampai lapisan kulit ikut hilang.

3.

Pisahkan telur retak, kerabang tebal/tipis.

Persiapan Mesin Tetas

No.

Persiapan Mesin Tetas

Keterangan

1.

Fumigasi mesin tetas telah dilakukan satu hari sebelum mesin dipakai meskipun mesin tersebut baru dibeli.

2.

Hubungkan mesin tetas dengan catu daya listrik dan tunggu sampai suhu mencapai kestabilan pada suhu 37-38°C. Pemanasan mesin tetas dilakukan minimal 3 jam sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin tetas.

3.

Cek dengan seksama cara kerja thermostat, pitingan lampu dan yang lainnya.

4.

Sediakan cadangan bola lampu (dop) atau lampu templok (minyak tanah).

Urutan Kerja Selama Proses Penetasan Telur Itik

Hari ke-

Hari

Tanggal

Pelaksanaan

Keterangan

1

Minggu

07/10/12

  • Masukkan telur ke dalam mesin tetas dengan posisi miring atau tegak (bagian tumpul di atas). Telur bisa langsung begitu saja dimasukkan ke dalam mesin atau melalui proses prewarming terlebih dahulu yaitu dibilas secara merata dengan air hangat.
  • Ventilasi ditutup rapat.
  • Kontrol suhu (38°C).
Telur masuk hr/tgl : ………………………………………………………. , /……./……./20……Jam : ………………………………………………Jumlah telur =………………………………….

………………………………………………….  btr.

Perkiraan netas hr/tgl : ……………………

…………………………….. , /……./……./20……

s/d ………………………. , /……./……./20……

2

Senin

08/10/12

  • Ventilasi dibiarkan tertutup sampai hari ke-3.
  • Kontrol suhu (38°C).
  • Bersamaan dengan itu bisa dilakukan peneropongan telur. Telur yang berembrio ditandakan dengan bintik hitam seperti mata yang ikut bergoyang ketika telur digerakkan dan disekitarnya ada serabut-serabut kecil. Kalau telur tidak menandakan tersebut dikeluarkan saja dan masih layak untuk dikonsumsi. Peneropongan telur dilakukan di tempat yang gelap agar bayangan telur nampak lebih jelas.
  • Telur yang diragukan, dilakukan peneropongan kembali di hari ke-5
Fertil = ……………………………………….  btrInfertil = …………………………………….  btrRagu = ………………………………………  btr

3

Selasa

09/10/12

  • Pembalikan telur harian bisa dimulai pada hari ini atau masuk hari-hari ke-4. Disarankan pembalikan telur minimal 3x dalam sehari-semalam (jika memungkinkan dipakai rentang waktu setiap 8 jam. Misalkan pagi pukul 05.00, siang pukul 13.00, dan malam pukul 21.00.
  • Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

4

Rabu

10/10/12

  • Pembalikan telur harian sesuai jadwal hari ke-3.
  • Lubang ventilasi mulai dibuka ¼ bagian.
  • Kontrol suhu (38°C).

5

Kamis

11/10/12

  • Pembalikan telur harian.
  • Ventilasi dibuka ½ bagian.
  • Kontrol suhu (38°C).
  • Melakukan peneropongan telur yang diragukan.
Fertil = ……………………………………….  btrInfertil = …………………………………….  btr

6

Jum’at

12/10/12

  • Pembalikan telur harian.
  • Ventilasi dibuka ¾ bagian.
  • Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

7

Sabtu

13/10/12

  • Pembalikan telur harian.
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui perkembangan embrio (hidup atau mati). Embrio mati ditandakan dengan bercak darah atau lapisan darah pada salah satu sisi kerabang telur sedang embrio yang berkembang serabut yang menyerupai sarang laba-laba semakin jelas.
  • Ventilasi dibuka seluruhnya atau seluas 1 jari tangan.
  • Cuci telur dengan rebusan daun sereh.
Fertil hidup = ……………………………………………………………………………………….  btrFertil mati = …………………………………………………………………………………………  btr

8

Minggu

14/10/12

  • Pembalikan telur harian.
  • Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

9

Senin

15/10/12

10

Selasa

16/10/12

11

Rabu

17/10/12

12

Kamis

18/10/12

Cuci telur dengan rebusan daun sereh.

13

Jum’at

19/10/12

14

Sabtu

20/10/12

  • Pembalikan telur harian.
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup atau sudah mati. Telur fertil membentuk gambaran mulai gelap dengan rongga udara yang terlihat jelas.
  • Ventilasi dibuka seluruhnya atau seluas 3 jari tangan.
Fertil hidup = ……………………………………………………………………………………….  btrFertil mati = …………………………………………………………………………………………  btr

15

Minggu

21/10/12

  • Pembalikan telur harian.
  • Kontrol suhu dinaikkan sedikit (38,5-39°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

16

Senin

22/10/12

17

Selasa

23/10/12

  • Ventilasi dibuka seluruhnya atau setengahnya.
  • Cuci telur dengan rebusan daun sereh.

18

Rabu

24/10/12

19

Kamis

25/10/12

20

Jum’at

26/10/12

  • Ventilasi dibuka seluruhnya
  • Suhu 99oF

21

Sabtu

27/10/12

  • Pembalikan telur harian.
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup dan mati. Embrio mati ditandakan dengan bocornya lapisan rongga udara sehingga telur terlihat hitam semua.
  • Kontrol suhu (38,5-39°C) dan tambahkan air ke dalam bak.
Fertil hidup = ……………………………………………………………………………………….  btrFertil mati = …………………………………………………………………………………………  btr

22

Minggu

28/10/12

  • Pembalikan telur harian.
  • Kontrol suhu (38,5-39°C) dan tambahkan air ke dalam bak.
Cuci telur dengan rebusan daun sereh.

23

Senin

29/10/12

24

Selasa

30/10/12

25

Rabu

31/10/12

26

Kamis

01/11/12

  • Pembalikan telur dihentikan.
  • Kontrol kelembaban, lakukan penyemprotan jika diperlukan (dengan semburan yang paling halus).
  • Biasanya ada telur yang sudah mulai menetas di malam hari.

27

Jum’at

02/11/12

28

Sabtu

03/11/12

  • Telur-telur sudah banyak yang menetas.
  • Keluarkan cangkang telur dari rak agar space atau ruangan lebih longgar.
  • Keluarkan anak itik yang baru menetas setelah bulunya setengah kering atau kering seluruhnya.
  • Proses menetas biasanya berlangsung hingga hari ke-29.
  • Dan setelah semuanya selesai mesin tetas bisa dibersihkan dan difumigasi kembali untuk persiapan proses penetasan berikutnya.

29

Minggu

04/11/12

30

Senin

05/11/12

Catatan    :  Lakukan pendinginan telur minimal 2 kali sehari selama 10 menit karena kalau melihat perilaku unggas yang mengerami telurnya maka dia akan meninggalkan telur untuk berenang beberapa saat kemudian masuk ke tempat pengeraman kembali dan begitu seterusnya dan kalau diperhatikan hal tersebut kadang dilakukan setiap hari.

___________________________________________________________________________________________________________

___________________________________________________________________________________________________________

___________________________________________________________________________________________________________

___________________________________________________________________________________________________________

___________________________________________________________________________________________________________

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s