Meningkatkan Kinerja Mesin Tetas

Trik Meningkatkan Kinerja Mesin Tetas Model Kabinet

Mungkin sebagian besar pembeli mesin tetas model kabinet (susun) akan menghadapi kendala yang sama dalam pengoperasian mesin tetasnya yaitu hasil daya tetas yang kurang maksimal. Hal itu dikarenakan antara lain para penjual atau distributor mesin tetas yang ada kurang transparan dalam memberikan gambaran mengenai kinerja mesin tetas model kabinet. Para penjual mesin tetas pada umumnya hanya memberi iming-iming hasil daya tetas yang tinggi tanpa memberitahu bagaimana cara memperoleh hasil tersebut. Saking terbuainya dengan gaya bahasa penjual dan lain sebagainya, sang calon pembeli lupa untuk menanyakan masalah ini kepada penjual. Akhirnya, setelah membeli mesin tetas model kabinet perasaan setengah menyesal dan kecewa muncul karena hasil (daya tetas) tidak sesuai dengan harapan. Apakah anda mau seperti itu? Jawabnya tentu tidak.

Maka pada kesempatan kali ini kami akan menuliskan sebuah artikel yang kami peruntukkan khusus kepada para pengguna mesin tetas model kabinet baik yang masih manual atau yang semi-otomatis. Kalau dalam uraiannya nanti ada sisi positif lainnya yang mungkin bisa diterapkan bagi pengguna mesin tetas model lain (rak tunggal) tentu itu merupakan suatu harapan. Beberapa pengalaman berikut kami peroleh saat kami bertukar pikiran dengan orang-orang yang telah memakai mesin tetas model kabinet. Kami juga mendapat informasi yang akan kami sampaikan dari calon pembeli mesin tetas model kabinet. Berikut akan kami sampaikan beberapa kendala dan cara mengatasi kekurangan yang ada pada mesin tetas model kabinet:

Kendala yang dirasakan selama ini oleh pengguna mesin tetas model kabinet adalah kurang meratanya suhu dan kelembaban di dalam ruangan mesin tetas. Biasanya terjadi selisih suhu dan kelembaban yang cukup signifikan pada rak paling bawah atau rak paling atas dengan rak yang ada di tengah. Kalau ini dibiarkan berlangsung terus menerus maka tidak mustahil telur-telur pada rak tersebut (rak paling bawah atau paling atas) akan banyak yang gagal menetas. Cara mengatasi kurang meratanya suhu tersebut antara lain dengan melakukan rolling rak telur. Kalau yang mengoperasikan mesin tetas seorang laki-laki tentu hal ini bukanlah masalah, akan tetapi kalau yang mengoperasikan mesin tetas seorang perempuan (ibu-ibu) maka tentunya hal ini akan cukup memberatkan. Dan kita ketahui bersama bahwa yang mengoperasikan mesin tetas kebanyakan adalah kaum hawa.

Kemudian kalau anda sudah melakukan rolling rak dan hasil masih kurang maksimal juga maka tidak ada cara lain yaitu mengubah fungsi mesin tetas model kabinet anda. Fungsikan mesin tetas model kabinet anda sebagai mesin pengeram saja (setter) sedang untuk proses menetas (hatcher) telur-telur dipindah ke dalam mesin tetas yang mempunyai rak tunggal paling tidak 3 hari sebelum perkiraan tanggal menetas. Hal ini sudah banyak dilakukan oleh penetas yang menggunakan mesin tetas kabinet manual ataupun yang semiotomatis dan sudah terbukti pula. Pertanyaannya, mengapa perlu pindah mesin? Jawabnya adalah pada waktu menjelang menetas yang disebut dengan periode kritis ke-2 telur-telur butuh suhu yang stabil, kelembaban yang ideal, dan sirkulasi udara yang baik. Ketiga hal tersebut sulit di dapatkan kalau anda menggunakan mesin tetas model kabinet. http://sentralternak.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s