Syarat Penting Penetasan Telur

Syarat Penting Penetasan Telur

  1. Telur yang ditetaskan harus telur yang fertile. Telur fertile adalah telur yang dihasilkan dengan pembuahan dari induk jantan. Jadi bukan sembarang telur yang dapat anda tetaskan, apalagi telur yang dibeli dari pasar, tanpa kejelasan umur telur dan fertile atau tidaknya telur tersebut.
  2. Bersihkan telur yang terlalu kotor dengan lap kering yang halus sehingga tidak merusak lapisan luar yang berfungsi sebagai pelindung telur.
  3. Simpan telur di tempat yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Selama dalam proses penyimpanan, sebaiknya telur juga dibolak-balik minimal 2 kali sehari, agar tali telur tidak putus dan kuning telur tidak menempel pada salah satu cangkang. Kami selalu mensyaratkan minimal 5 (lima) kali pemutaran telur selama periode penetasan. Lama penyimpanan sebelum telur dimasukkan ke dalam incubator adalah 1 minggu, karena telur yang ditetaskan paling baik berusia di bawah 1 minggu setelah telur tersebut dikeluarkan dari induknya. Jika lebih dari seminggu telur tersebut akan berkurang daya tetasnya atau akan menetas dalam keadaan cacat.
  4. Simpan telur pada posisi bagian ujung tumpul di atas atau ujung yang lebih kecil menghadap kebawah.
  5. Jangan menguncang atau mengocok telur yang akan ditetaskan. Guncangan yang terlalu keras membuat kerusakan yang sangat merugikan untuk telur tetas.
  6. Pilihlah mesin inkubator yang mudah pengoperasiannya, meminimalkan sentuhan manusia dan mempunyai instruksi yang jelas mengenai suhu dan kelembaban yang diperlukan.
  7. Letakkan mesin incubator anda jauh dari pemanas gas, tempat berangin, tempat yang terpapar sinar matahari langsung atau terlalu dingin.
  8. Mesin tetas harus diset dengan suhu penetasan yaitu 98°F-102°F, oleh sebab itu gunakan thermometer khusus untuk incubator.
  9. Kelembaban merupakan faktor penting untuk proses penetasan. Sayangnya kelembaban ini sering dilupakan bahkan tidak disadari oleh para penetas telur. Periksa kelembaban dalam incubator anda dengan menggunakan hygrometer.
  10. Jika anda masih menggunakan mesin incubator tipe manual atau mesin semi otomatis yang masih menggunakan tenaga manusia untuk memutar telur, putarlah telur minimal 2 kali sehari, alangkah baiknya jika 5 kali sehari.
  11. Penandaan telur X dan O pada telur HANYA BOLEH dengan menggunakan pensil, jangan gunakan spidol atau tinta ballpoint/pena.
  12. Bacalah literature sebanyak-banyaknya, perluas wawasan dengan sering membaca sehingga dapat membandingkan teknik-teknik penetasan. http://glorybators.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s